13 Cara Ternak Kelinci Hias Sukses

Kelinci hias merupakan jenis kelinci yang jinak 13 Cara Ternak Kelinci Hias SuksesKelinci hias merupakan jenis kelinci yang jinak, menggemaskan dan sangat lucu sehingga tidak heran jika banyak orang yang menjadikan kelinci hias sebagai hewan peliharaan.

Kelinci hias sendiri terdiri dari beberapa jenis seperti kelinci anggora, kelinci lop, kelinci flemish giant, kelinci rex, kelinci dutch, kelinci english spot dan masih banyak lagi.

Untuk cara ternak kelinci hias sendiri pada dasarnya hampir sama dengan kelinci potong, namun tetap ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan khususnya untuk perawatan kesehatan dan bulu kelinci agar tetap terlihat bagus.

Bagi anda yang tertarik dan ingin memulai ternak kelinci hias, anda bisa melihat beberapa cara ternak kelinci hias sukses yang kami rekomendasikan berikut ini.

  1. Persiapan Lahan dan Kandang

Untuk anda yang ingin ternak kelinci hias pemula, sebaiknya beli antara dua hingga tiga pasang kelinci sebagai cara memelihara kelinci di rumah yang pertama. Sedangkan untuk lahan bisa menggunakan area belakang rumah, samping atau depan rumah anda.

Dalam membuat kandang, ukuran yang ideal adalah 60 cm x 50 cm x 60 cm. Apabila anda ingin membeli tiga pasang kelinci, maka sebaiknya siapkan enam buah kandang sehingga masing masing kelinci akan menempati kandang tersendiri.

Bersihkan juga kandang setiap hari dan ketika anda memberi makan di pagi hari, maka sisa makanan sore hari harus dibuang.

Pada saat anda ingin memberikan makan sore, maka sisa makan pagi harus dibuang yang sangat penting dilakukan untuk menghindari kelinci terkena penyakit pencernaan seperti diare.

  1. Tutup Bawah Kandang

Untuk bagian bawah kandang, anda harus menyiapkan kain seperti seprai yang bersih, lembut, hangat dan bisa menyerap air.

Tutup semua bagian bawah kandang dengan ketebalan setidaknya 3 hingga 4 inci atau sekitar 7.6 hingga 10 cm. Kain ini akan menjadi bantalan untuk kaki belakang kelinci hias seperti cara merawat kelinci anggora yang sangat rentan sakit akibat tekanan jika tidak ada bantalan yang cukup.

Beberapa bahan yang biasa digunakan sebagai bantalan untuk kelinci hias diantaranya adalah serpihan kayu, rerumputan kering atau jerami.

Dari semua bahan tersebut, jerami adalah pilihan yang paling baik sebab lebih lembut dan hangat. Sedangkan pilihan kedua adalah rumput kering meski harganya terbilang lebih mahal jika dibandingkan dengan jerami dan pilihan terakhirnya adalah serbuk kayu.

  1. Memilih Induk Kelinci

Apabila ingin memilih induk kelinci hias yang bagus, maka pilih usia kelinci yang sudah matang yakni usia satu tahun.

Kelinci sudah mulai bisa dikawinkan saat berumur enam atau tujuh bulan. Pilih indukan yang sehat serta tidak memiliki cacat pada tubuhnya. Pilihan tempat membeli kelinci hias yang bagus adalah dari peternakan kelinci secara langsung.

Jika membeli dari peternakan, maka anda bisa mengetahui riwayat dari kelinci. Pastikan juga kelinci yang anda pilih memiliki bulu halus dan juga tubuh yang gemuk dan hindari seperti tanda kelinci anggora sakit.

  1. Hindari Beberapa Jenis Makanan

Meski kelinci hias adalah hewan herbivora, namun tidak berarti kelinci bisa mengkonsumsi semua jenis tanaman. Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari, seperti:

  • Jenis kacang kacangan:  Makanan jenis kacang kacangan atau gandum harus dihindari karena tidak cocok dengan pencernaan kelinci. Beberapa jenis diantaranya adalah kacang, jagung, gandum dan juga biskuit. Kelinci akan cenderung memakan bagian yang enak dan tidak menyentuh bagian yang penuh akan nutrisi sehingga tulangnya akan semakin lemah, gigi terlalu besar dan cenderung mengalami kelebihan berat badan.
  • Kelinci yang berusia dibawah 6 bulan sebaiknya tidak diberikan sayuran hijau segar. Hanya berikan sayuran hijau sebagai camilan harian dan potongan buah juga bisa diberikan sesekali namun jangan terlalu banyak karena mengandung gula yang tinggi.
  1. Jangan Berikan Makanan Terlalu Banyak

Sebaiknya, anda mencari informasi tentang seberapa banyak makanan yang dibutuhkan berdasarkan berat badan dan juga jenis peranakannya sebab juga menjadi salah satu cara beternak kelinci yang sangat penting.

Pastikan anda memberi makan kelinci hias setiap hari namun jangan terlalu banyak dan harus berdasarkan berat badan kelinci anda.

Jika kelinci hias yang anda ternak berukuran besar dan diberi makan rumput, maka harus diberikan dalam jumlah yang banyak untuk memastikan kelinci mendapatkan kalori yang cukup setiap hari.

Jika anda memberikan makan pelet, maka kelinci akan memperoleh kalori lebih cepat sehingga pemberiannya tidak boleh terlalu berlebihan.

  1. Siapkan Air Minum Cukup

Pastikan air minum segar selalu disediakan setiap waktu dalam tempat minumnya yang bersih dan terbebas dari alga. Tambahkan juga dengan cuka sari apel khususnya jenis keruh sekitar 2 sendok teh untuk setiap 1 galon air dan berikan sebagai minum kelinci.

Cuka sari apel ini sangat baik diberikan karena sangat menyehatkan untuk kelinci seperti membuat bulu kelinci jadi berkilau, meningkatkan imunitas kelinci dan memelihara bakteri sehat pada usus.

Anda bisa menggunakan botol sesapan yang menjadi pilihan baik sebab air bisa ditampung pada tempat yang menempel dengan kandang sehingga tidak terkontaminasi dengan bantalan makanan, pelet atau semua yang mungkin saja bisa masuk ke dalam mangkuk air.

Selain itu jika anda menggunakan mangkuk air, maka akan lebih rentan tertendang dan terbalik sehingga sangat berbahaya jika terjadi pada hari yang panas sebab kelinci tidak akan memiliki minuman apapun.

  1. Usia Perkawinan dan Kehamilan Kelinci

Usia kelinci hias yang siap kawin adalah tujuh bulan. Pada usia tersebut, anda sudah bisa mengawinkan kelinci hias betina dengan kelinci jantan.

Untuk menjaga trah atau jenis kelinci, sebaiknya kelinci hias yang dikawinkan berasal dari satu jenis yang sama seperti cara memelihara kelinci anggora. Ada hal lain yang harus anda perhatikan yakni kelinci yang akan dikawinkan juga harus berbeda dari indukannya.

Kelinci nantinya bisa dikawinkan sebanyak tiga kali dalam tiga hari dan kelinci betina diletakkan dalam kandang jantan sehingga akan lebih mudah untuk di pantau.

Sesudah kelinci berhasil kawin, maka segera pisahkan kelinci betina dan masukkan dalam kandang terpisah.

Hindari mencampur kelinci dalam satu kandang selama sehari atau beberapa hari. Sesudah kawin, maka catat tanggal kawin supaya anda bisa memprediksi hari kelahiran anak kelinci hias. Umumnya, kelinci akan hamil selama 28 hari atau selama satu bulan.

  1. Penyapihan Kelinci

Sesudah kelinci hias melahirkan, maka selama 45 hari akan disusui oleh indukannya. Sesudah 60 sampai 70 hari, maka anakan kelinci sudah bisa makan sendiri sehingga anda sudah bisa menyapih anak kelinci ketika sudah berumur 60 sampai 70 minggu.

Sebaiknya, sebisa mungkin hindari menyapih kelinci hias jika usianya masih di bawah 60 sampai 70 hari karena masih rentang terhadap penyakit.

  1. Pahami Penyakit Kelinci

Agar ternak kelinci hias yang anda lakukan bisa berjalan dengan sukses, maka anda juga harus memahami tentang beberapa penyakit yang menyerang kelinci hias.

Ada tiga penyakit yang biasanya sering terjadi pada kelinci hias seperti gudik atau scabies, perut kembung dan juga diare sehingga sebaiknya anda melakukan tindakan pencegahan yang terbaik sehingga kelinci tidak terjangkit penyakit yang bisa menurunkan keuntungan dari usaha ternak anda.

  1. Bersihkan Dengan Teratur

Ganti alas, bantalan dalam kotak kotoran dengan teratur. Kotoran kelinci berbentuk bulat dan juga kering sehingga cukup mudah dibersihkan namun cara membersihkan kelinci sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Anda bisa menambahkan sedikit jerami dalam kotak kotoran sebab kelinci sangat senang buang air sambil makan sehingga kotak kotoran akan semakin cepat penuh.

Jika anda menunggu terlalu lama untuk membersihkan kandang, maka kandang bisa menjadi sangat bau, menjijikkan dan tidak baik untuk kesehatan ternak kelinci hias anda.

  1. Vaksinasi Kelinci

Sejak usia 12 minggu, kelinci hias sudah bisa divaksinasi untuk pencegahan myxomatosis dan juga diare virus hemorrhagic khususnya dalam cara merawat kelinci tanpa induk. Kedua jenis penyakit ini bisa sangat mematikan untuk kelinci.

Tanyakan juga pada dokter hewan tentang obat fenbendazole yang digunakan untuk melawan jenis parasit pada kelinci yang bisa menyebabkan masalah neurologi, gagal ginjal atau kebutaan di usia lanjut. Untuk satu kali pemberian fenbendazole setiap tahun sudah cukup untuk menjaga ternak kelinci anda.

  1. Jangan Mandikan Kelinci

Berbeda dengan ternak lainnya, anda tidak perlu memandikan kelinci sebab mereka bisa membersihkan dirinya sendiri secara teratur dan minyak yang ada pada tubuh kelinci merupakan zat alami yang tidak berbahaya.

Kelinci yang dimandikan bisa membuat air masuk lewat telinga mereka sehingga menyebabkan infeksi khususnya dalam cara merawat kelinci di musim hujan.

  1. Tambahkan Beberapa Perlengkapan

Memelihara kelinci hias membutuhkan perawatan lebih berbeda dengan kelinci untuk konsumsi. Ada beberapa perlengkapan tambahan yang sebaiknya juga anda lakukan, seperti:

  • Ketika panas, letakkan botol es dalam kandang kelinci khususnya karena kandang kelinci berada di luar ruangan sehingga kelinci bisa menggosokkan tubuhnya ke botol untuk mendapatkan suhu dingin dari botol tersebut.
  • Umumnya, kelinci bisa bertahan pada cuaca dingin, namun anda tetap harus menyediakan kotak kering penuh jerami supaya kelinci bisa menggali dan membuat liang agar bisa melindungi diri dari angin dingin.

0 Response to "13 Cara Ternak Kelinci Hias Sukses"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel