13 Cara Ternak Semut Rangrang Untuk Pemula dengan Mudah

Semut rangrang merupakan hewan yang hidup berkoloni atau berkelompok dalam satu koloni yang bisa mencapai jumlah 500 ribu ekor semut. Dalam satu koloni terdapat beberapa sarang dan setiap sarang akan dihuni semut rangrang sebanyak 4 ribu ekor hingga 5 ribu ekor tergantung daru besarnya sarang. Semut rangrang merupakan hewan teritorial yang sangat menjaga daerah kekuasaannya sehingga akan langsung menyerbu serangga atau hewan lain bahkan manusia yang mengganggu wilayahnya.

Sekarang ini, semut rangrang sudah dijadikan sebuah lahan bisnis karena sangat menguntungkan khususnya karena semakin banyak penghobi burung kicau yang membuat permintaan semut rangrang juga semakin meningkat. Sedangkan untuk pemasaran semut rangrang sendiri terbilang mudah dan juga bukan bisnis musiman sehingga sangat cocok dijadikan bisnis termasuk untuk pemula. Bagi anda yang tertarik, berikut akan kami berikan cara ternak semut rangrang untuk pemula yang bisa dipraktekkan.

1. Pemilihan Lokasi Ternak

Supaya semut rangrang bisa tumbuh dengan maksimal, maka pemilihan lokasi ternak juga harus dipikirkan dengan matang dan menyerupai habitat aslinya sehingga paling cocok dilakukan di pekarangan atau perkebunan. Sedangkan untuk suhu terbaik adalah sekitar 26 derajat celcius sampai 34 derajat celcius. Untuk kelembaban adalah sekitar 62 sampai 92%.

2. Persiapan Bibit Semut Rangrang

Cara tebaik untuk memperoleh bibit adalah dengan mencari langsung di alam sama seperti cara berternak ulat bumbung. Namun, untuk mendapatkan bibit semut rangrang langsung di alam bukanlah hal yang mudah sebab sudah semakin sulit ditemukan. Cara lain adalah dengan membeli bibit di peternak yang lebih ramah lingkungan tanpa perlu merusak habitat aslinya. Selain itu, bibit dari peternakan juga lebih mudah beradaptasi pada sarang buatan sehingga tidak akan menyulitkan terutama untuk pemula. Untuk ciri ciri bibit semut rangrang unggul adalah:

  • Bibit turunan keempat dan seterusnya.
  • Warna semut rangrang cerah dan pucat.
  • Semut rangrang tidak agresif.
  • Badang terlihat ramping atau langsing.
  • Bagian belakang semut rangrang kecil atau kurus.
  • Apabila menggigit tidak terlalu sakit dan tidak mengeluarkan cairan feromon sebagai pertahanan diri.

3. Pembuatan Kandang

Peternakan semut rangrang juga harus mentiapkan kandang dan yang paling umum digunakan berbentuk rak. Untuk langkah langkah pembuatan selengkapnya bisa dilihat berikut ini.

  • Susun rak 2 tingkat atau lebih terbuat dari kayu, bambu atau besi dengan ukuran yang bisa disesuaikan dan lebar sekitar 50 hingga 60 cm.
  • Letakkan wadah seperti kaleng, mangkuk atau piring pada setiap kaki rak dan tambahkan air atau juga bisa menggunakan oli bekas supaya semut rangrang tidak keluar dari rak.
  • Jangan letakkan rak menempel pada dinding karena semut rangrang bisa merambat pada dinding dan bersarang di tempat lain.

4. Ternak Dengan Media Paralon

Pembuatan kandang semut rangrang dengan paralon memiliki beberapa kelebihan seperti paralon lebih tahan lama yang bisa awet hingga 10 tahun, kedap cahaya sehingga cocok untuk semut rangrang yang hanya membutuhkan sedikit cahaya berbeda dengan cara ternak kroto dengan media galon air minum. Paralon juga sangat mudah didapat kemduian disusun dalam kandang serta proses pembersihan yang juga mudah dilakukan.

Siapkan paralon berdiameter 12 centimeter lalu potong dengan panjang dan lebar yang disesuaikan dengan rak yang sudah dibuat. Susun paralon dalam rak kemudian tambahkan daun daunan dalam paralon untuk merangsang semut rangrang membuat sarang kemudian tebar bibit kolono semut rangrang ke dalam kandang.

5. Ternak Dengan Media Bambu

Cara ternak semut rangrang untuk pemula dengan bambu terbilang lebih murah. Pembuatan kandang dari bambu sama seperti menggunakan paralon. Untuk pemilihan bambu adalah berdiameter 7 centimeter dan potong sekitar 40 centimeter. Buat lubang didalamnya apabila bambu masih belum berlubang. Namun kelemahan dari media ini adalahkoloni yang sulit beradaptasi dan kroto yang dihasilkan juga kecil kecil.

6. Siapkan Stoples Kaca

Anda butuh stoples berukuran besar dan juga berukuran lebih kecil yang bisa dimasukkan ke dalam stoples besar untuk cara ternak rangrang media toples. Nantinya, tanah dan semut akan dimasukkan dalam ruangan antara stoples kecil dan stoples besar tersebut. Stoples kecil berguna untuk mengisi ruangan di tengah sehingga koloni semut bisa membangun terowongan dan meletakkan telur telur di dekat dinding stoples besar sehingga semua prosesnya mudah terlihat.

7. Siapkan Campuran Tanah dan Pasir

Semut rangrang butuh substrat yang gembur dan juga lembab sehingga bisa menggali terowongan sehingga cara paling baik adalah menyiapkan tanah sebagai tempat tinggal berbeda dengan cara ternak ulat sutra. Siapkan tanah secukupnya untuk mengisi ruang di antara toples dan gunakan garpu atau jari untuk menggemburkan tanah. Campur 2 bagian tanah dengan 1 bagian pasir. Substrat harus sedikit lembab namun tidak sampai basah. Jika terlalu kering, maka semut bisa kekeringan, namun jika terlalu basah, maka semut bisa tenggelam.

Letakkan penutup pada stoples kecil dan masukkan ke dalam stopels besar. Supaya stoples kecil bisa tetap ada di tenah stoples besar, maka bisa dioleskan dengan lem atau lakban pada bagian dasarnya kemudian pastikan stoples sudah ditutup dengan sempurna agar tidak jatuh masuk ke dalamnya.

8. Tempatkan Semut Rangrang

Tempatkan semut dalam stoples kemudian tutup stoples dan gunakan penusuk atau pisau tajam untuk membuat lubang kecil supaya oksigen bisa masuk. Hindari membuat lubang terlalu besar karena semut rangrang bisa lari dan membuat sarang di tempat lain. Hindari juga menutup dengan kain sebab semut bisa mengunyah dan melubangi kain tersebut.

9. Beri Makan dan Kelembaban

Supaya semut bisa tumbuh dengan baik, maka harus diberi makan beberapa hari sekali dengan beberapa tetes madu, selai atau potongan buah dan juga bisa air gula sama seperti cara ternak kroto dengan botol bekas. Namun jangan diberikan terlalu berlebihan karena bisa menyebabkan jamur tumbuh. Semut rangrang nantinya bisa mendapatkan sebagian besar kelembaban dari makanan. Namun jika tanah dan pasir terlihat sudah kering, maka basahi kapas dengan air dan letakkan di atas stoples selama beberapa hari. Hindari memberikan daging atau makanan yang dimasak karena bisa menarik serangga lain masuk ke peternakan semut anda. Untuk cara pemberian makan koloni semut rangrang adalah sebagai berikut:

  • Pakai tatakan seperti piring plastik bentuk rata dan letakkan pakan seperti madu, ulat hongkong, belatung, daging ayam, tulang dan sebagainya yang diletakkan pada rak di samping sarang semut.
  • Jika memakai pakan hidup yang melompat seperti jangkrik, maka lumpuhkan lebih dulu atau bisa langsung dimasukkan ke sarang semut.
  • Sebagai sumber gula, gunakan tatakan kecil sebagai tempat air yang sudah dicampur dengan gula pasir yakni 1 sampai 2 sendok gula pasir yang dilarutkan dengan 200 ml air bersih yang biasanya akan habis dalam 2 sampai 3 hari tergantung dari jumlah koloninya.

10. Letakkan di Tempat Gelap

Semut rangrang akan membuat terowongan di makam hari. Supaya bisa meniru kondisi alam aslinya, maka tutup stoples dengan kain hitam atau karton supaya semut tidak stres dan tetap aktif. Selain itu, semut rangrang juga akan cenderung menjauh dari kaca dan lebih banyak menghabiskan waktu di bagian tengah stoples.

Semut rangrang juga merupakan hewan yang ringkir sehingga stoples tidak boleh dikocok kocok dengan kasar karena bisa menyebabkan semut rangrang mati pada saat terowongan jatuh menimpa semut.

11. Hindari Mencampur Koloni

Hindari mencampur koloni baru dengan lama dalam cara penangkaran semut rangrang karena bisa menyebabkan semut saling berkelahi dimana semua prajurit dan pekerja akan berperang dengan koloni semut lain sehingga akan mati sia sia. Jika terllau banyak kehilangan semut pekerja, maka koloni tidak akan bekerja seperti seharusnya sehingga jangan mencampur koloni yang lama dengan yang baru secara sekaligus.

Jika ingin menambah koloni baru, maka pisahkan rak hidupnya. Jika hanya punya 1 rak, maka pisahkan berdasarkan tingkat rak. untuk koloni lama diletakkan pada bagian atas dan koloni baru diletakkan pada bagian bawah. Sesudah itu, pisahkan juga dengan mengikat kain yang sudah diolesi oli pada bagian pemisah antara rak atas dengan rak bawah.

12. Jauhkan Dari Angin dan hujan

Pastikan untuk menjauhkan rak dari lokasi yang terlalu banyak angin karena semut rangrang bisa dengan mudah terbang ketika angin kencang. Selain itu, perhatikan atap jangan sampai bocor ketika hujan karena bisa membuat rak berjamur yang sangat tidak disukai semut rangrang.

13. Panen

Secara teoritis, telur semut rangrang bisa mempunyai daur antara 15 hingga 20 hari hampir sama dengan cara budidaya semut jepang. Mulai dari telur, larva hingga menjadi semut. Panen bisa dilakukan sesudah sarang semut terlihat penuh dengan telur atau kroto warna putih. Pada awal budidaya, sebaiknya bibit koloni dibiarkan berkembang biak sampai populasi semut bertambah.  Untuk itu sampai 6 bulan pertama sebaiknya tidak dipanen terlebih dulu. Sesudah 6 bulan, panen bisa dilakukan 2 kali setiap bulan atau juga bisa diatur setiap hari dengan mengkombinasikan jumlah sarang dengan siklus panen. Untuk tahap panen adalah sebagai berikut:

  • Siapkan wadah berupa ember plastik atau baskom.
  • Siapkan saringan dari kawat ram dan letakkan di dalam baskom.
  • Pakai sarung tangan karet untuk menghindari gigitan semut dan tumpahkan isinya ke dalam baskom supaya kroto bisa jatuh ke dasar baskom dan semut akan tersaring.

Demikianlah 13 cara ternak semut rangrang untuk pemula yang bisa dijadikan sebagai gambaran dan pembelajaran.

0 Response to "13 Cara Ternak Semut Rangrang Untuk Pemula dengan Mudah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel